kacang mete

semalam iseng aku memelototi isi kulkas,
menimbang makanan jenis apa yang terdampar disana dan bisa kubawa ke kantor sebagai cemilan
dan mataku tertumbuk pada satu bungkusan plastik yang berisi kacang mede
oleh-oleh dari nenekku ketika aku mudik lebaran lalu

 

 

dan hari ini bungkusan kacang mede itu kubuka dan kutaruh di dalam toples plastik
kuletakkan di atas meja agar siapa saja dapat mengambil sesuka ia

 

melihat kacang mede ini aku jadi teringat akan nenekku,
yang dengan suka cita menyiapkannya untuk kami berdua, aku dan adikku
sebenarnya kacang mede itu adalah suguhan untuk para tamu yang sering datang berkunjung ke rumah nenekku ketika lebaran tiba,
namun ketika nenek tahu bahwa aku dan adikku akan kembali ke jakarta dan bandung malam itu
langsung ia ambil toples kacang mede yang tersedia di ruang tamu,
ia masukkan ke dalam plastik kecil, ia bagi dua sama adil untuk aku dan adikku
dan meminta maaf pada kami berdua karena hanya itu yang dapat ia berikan

 

aku sungguh  malu sekali ketika berpamitan dengan beliau malam itu,
melihat nenek yang bersusah payah berusaha memberikan yang terbaik yang ia miliki untuk cucunya
meski hanya dengan sebungkus kacang mede, makanan terbaiknya
sedangkan aku? apa yang dapat kuberikan pada nenek selain terus meminta dan meminta tanpa pernah sedikitpun memberi?

 

kacang mede yang tergolek manis di toples plastik di atas mejaku pagi ini,
mengingatkanku akan harum wangi tubuh nenekku…

————————————–
jakarta di kala mendung,
6 oktober 2009

 gambar diunduh dari : http://alveean.files.wordpress.com/2009/01/kacang-mete-goreng.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s