setengah kosong-setengah sempurna

perjuangan ini belumlah usai
kisah hidupku belum berakhir begitu saja
masih ada berjuta hal yang harus aku lakukan sebelum tubuhku tertimbun tanah merah itu

hmm, mari coba kuurai satu persatu apa sebenarnya misi hidup yang kuemban ketika ibu menghadirkanku ke dunia ini dengan cinta
tanggung jawab macam apa yang harus kutunaikan
sebagai hamba tuhan, sebagai anak, sebagai warga negara, sebagai manusia, dan sebagai seorang wanita

aku sebagai hamba tuhan
bertanggung jawab untuk melakukan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya
suatu teori sederhana yang sayangnya tidak cukup sederhana untuk dilakukan
sungguh maha berat untuk dapat menjalankannya secara kaffah, secara menyeluruh
karena ada banyak hal yang belum mampu kulakukan untuk memenuhi perintahNya
aku belum mampu menutup aurat, aku belum dapat sholat tepat waktu, aku tidak cukup kuat untuk berpuasa senin kamis, belum cukup rizki untuk biaya menunaikan ibadah haji
dan seribu hal lain yang belum bisa aku perbuat sebagai seorang hamba tuhan yang layak mendapat rahmatNya
tapi bismillah, aku akan berusaha..

aku sebagai seorang anak
belum mampu bahagiakan ibu dan bapak dengan memenuhi segala harapan mereka
melanjutkan sekolah, menikah, hidup mandiri, itu adalah impian mereka tentangku
namun aku belum mampu memenuhinya
hanya dengan mengucap bismillah, aku harus berusaha menerbitkan senyum itu di muka bersahaja mereka..

aku sebagai warga negara
hanya mampu berperan sebagai warga negara yang pasif, duduk manis, tak melakukan apapun bagi negara ini
aku tak mampu memberantas kemiskinan, menghilangkan kebodohan, meningkatkan kesejahteraan, menciptakan lapangan kerja, mengharumkan nama bangsa
disini aku hanya menumpang hidup, mencari kesejahteraan untuk diriku sendiri
tipikal manusia egois yang tidak peduli pada lingkungan sekitar
aaah,, terkadang aku benci ketika menyadari bahwa aku belum mampu melakukan apapun untuk bangsa tercinta
tapi bismillah, aku harus berusaha meski entah dengan cara apa agar aku dapat menjadi sedikit bermakna…

aku sebagai wanita
adalah aku yang belum mampu merasakan indahnya menjadi wanita yang sempurna
belum mampu merasakan keajaiban menjadi seorang istri,
belum mampu merasakan kebahagiaan menjadi seorang ibu,
belum mampu menciptakan sendiri keluarga kecilku
bismillah dengan menyebut namamu ya Allah, bisikku, aku memohon agar kelak aku dapat segera merasakannya

aku sebagai manusia
tidak hadir dalam bentuk utuh, melainkan setengah
setengah baik, setengah jahat
setengah mandiri, setengah manja
setengah peduli, setengah egois
setengah kosong, setengah sempurna
setengah bijaksana, setengah kekanakan

setengah, belum mampu, tak sempurna,
itulah adaku yang sebenarnya

dan pertanyaannya kemudian adalah, kapankah aku dapat menggenapkan separuhku agar menjadi satu?
belum mampuku agar berubah menjadi mampu?
tak sempurnaku perlahan berganti menjadi sempurna?
mungkinkah itu?DSC03149 (Large)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s