rindu laut

aku rindu laut
baunya mengingatkanku pada masa dimana kita habiskan malam
berdua kita susuri jalan setapak dari dek kayu yang di bawahnya bertaburan air
menuju satu tempat nyaman untuk mengisi perutmu yang mulai keroncongan

kau pilih sudut itu, dua bangku dan satu meja panjang
dengan pemandangan lurus langsung ke arah pantai
tanpa terhalang lalu lalang orang yang berseliweran
sebuah tempat yang nyaman untuk saling bertukar cerita dan habiskan kudapan

angin berhembus perlahan meniup rambut pendekmu
dan perlahan kaupun mulai untaikan segala impian dan harapan

aku hanya terduduk, terpesona dengan segala yang kau katakan
tentang masa lalumu, tentang perjuanganmu, tentang pekerjaanmu,
tentang obsesimu, tentang ketakutanmu, segala baik dan buruk tentangmu

mendengar tuturmu itu ku merasakan betapa luasnya ilmumu,
dan betapa dangkalnya pengetahuanku

malam itu, kau sungguh memesonaku

namun ternyata malam itu adalah malam terakhir kuhabiskan bersamamu
setelah itu kau menghilang, lenyap ditelan awan yang menerbangkanmu kemana kau suka

satu yang kuingat adalah bahwa malam ini adalah malam terakhirmu menghirup udara indonesia,
karena esok kau kan pergi menuju negara yang telah menjadikanmu kaya akan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini
negara yang menurutmu mampu wujudkan impianmu
yang tak mampu ditawarkan oleh Indonesia

sebenarnya aku kurang setuju dengan pendapatmu itu, tapi kau tentu lebih tau yang terbaik untukmu
jadi aku hanya termangu

dan hingga kini pun aku masih membisu
semua kenangan tentangmu sungguh membelengguku

selamat jalan…
semoga lekas kau temukan impianmu

dan semoga masih tersisa satu ruang di benakmu
tentang aku yang pernah hadir selintas dalam hidup indahmu

 

gambar diunduh dari : http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/sinar-matahari-memantul-di-air-laut-yang-tenang-di-teluk-jayapura.jpg

3 thoughts on “rindu laut

  1. Oh… Reniati,

    Begitu luas’kah hati’mu? Begitu dalamkah ia?

    Aku heran dan disaat yg sama aku jg kagum pada’mu…

    Seberapa banyak, kau mampu menampung perasaan’mu pada mereka, kenangan’mu ttg mereka dihati’mu?

    Tak lelah’kah kau membagi perasaan itu?

    Tak bosankah kau?

    Dan terpenting

    Tak cukupkah satu?

    Atau,

    kau tidak percaya satu’pun diantara mereka?

    Semoga lekas kau temukan yg satu itu

    satu yg kau percaya…

    Sehingga tak perlu ada lg yg tersakiti, entah itu mereka ataupun kau sendiri

    semoga…

    Asal kau tau dan mungkin kau jg ingin tau

    Aku baik baik saja…

    Dan masih berharap tuk jadi sahabatmu, disaat luka…

    Ataupun suka

    (persis seperti dulu, saat aku mengenalmu, mengagumi’mu… Dan mulai mencintai’mu hingga saat ini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s