pasar sanur

di deket wisma tempat gw nginep beberapa hari ini, ada pasar lokal yang letaknya sekitar 20 menit kalo ditempuh berjalan kaki dengan metode rileks

perjalanan sepanjang wisma-pasar tu cozy banget

sepanjang jalan banyak kafe-kafe yang disetting sedemikian rupa dengan lampu kuning redup di sekelilingnya

supaya banyak turis yang tertarik untuk sekedar duduk menikmati malam dengan segelas bir dan sepiring kacang kulit

beberapa kafe menyajikan live music yang kualitas musiknya not so bad lah

banyak turis yang berjalan kaki di sepanjang trotoar itu, dengan menguarkan aroma khas tubuhnya yang sangat berbeda dengan aroma orang lokal – bau khas orang bule-

nah, di pasar yang cukup kecil itu -ga sampe satu kilo panjangnya-, banyak terdapat jajanan lokal dengan suasana  yang ga jauh beda dengan pasar kaget yang biasa ada di daerah -sebut aja dugderan di semarang yang selalu diadain tiap menyambut bulan ramadhan-

ada yang jual martabak (manis 12rb, telor 15rb), aneka gorengan 500 perak/ biji, masakan banyuwangi, sate ayam, nasi goreng, es cendol, baju pasar, bahkan deterjen dan temen-temennya

harga makanan  yang ditawarkan relatif murah (dibandingin harga kafe yang bisa bikin kita bangkrut dalam semalam🙂 ), kek misalnya gw yang makan dengan porsi nasi setengah dan ayam cuma kena 6rb, temen gw yang makan ma udang and sate sapi kena 12rb, teh botol yang cuma 2,5 tb (ga beda ma harganya atam). murah kan untuk ukuran tempat wisata?

tukang gorengan

dan ternyata ga cuma orang lokal aja  yang makan disini, banyak juga bule-bule yang nongkrong dan makan makanan indonesia, ada juga yang belanja gorengan (doyan juga mereka y?). mungkin bule ini para backpaker atau orang nyeleneh yang uda bosen dengan suasana kafe yang bisa didapat belahan dunia mana saja, dan ingin menikmati sajian makanan indonesia yang sesungguhnya -mau bilang kalo mereka sebenernya kere kek kita kok ga tega ya, haha-

well,

i would like to thanks to this local market, coz i can eat something nice in a cheap price with normal taste. untuk ukuran anak rantau macam kami, keberadaan pasar ini bener-bener membantu untuk mengirit ongkos hidup yang sangat pas-pasan (maklum, belum digaji uuuy).

and well again,

pengen share beberapa foto hasil jepretan pasar untuk ngebuktiin bahwa di bali ternyata ga jauh beda dengan di daerah. sama katroknya ^^

pasar senggol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s