berdebat dengan malam

malam ini kelabu
angin berhembus dingin menggigit tubuhku yang terbungkus jaket tebal
bintang sama sekali tak terlihat di atap selimut langit hitam
hanya kedip lampu belakang pesawat yang berpenjar lemah di ketinggian
sejauh yang dapat terjangkau oleh sapuan mata


beberapa hari ini kotaku menggumpalkan kabut
karena matahari enggan menyapa dengan sinar hangatnya
seolah ia sedang asyik bersembunyi di balik hangatnya awan
meminta sedikit perlindungan


kembali kukencangkan resleting depan jaketku
kututup erat-erat,
tak kuijinkan angin menyeruak menyentuhku
perlahan kusandarkan kepala pada kaca mobil
mencoba menikmati perjalanan pulang malam ini
yang terbungkus dinginnya kelam


kubunuh perlahan pesimisme yang berlomba bermunculan
kuyakinkan bahwa semua kan baik-baik saja
seperti yang sudah tertahtakan melalui sabdaNya
aku mampu, aku kuat, aku bisa
perkataan yang terus menerus berulang menjadi gema,
menggaung dalam rongga kepala


aku sibuk berdebat dengan dingin,
dengan angin,
dengan malam
yang mencoba menelikungku dari belakang


dan waktu pun kembali tertatih berjalan
deru mobil yang meluncur terjam
menggoncang tubuhku perlahan
menguarkan wangi tubuh berbalur aroma pantai tadi siang
aku hanya bisa termangu,
berharap dalam diam
bisa sedikit kutemukan jawaban
atas pertanyaan yang selalu deras mendera pikiran


||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
jempiring 12 april 2010
menuju pukul 22.00, tak sabar mendengar kabar seputar udara jakarta darinya
gambar diunduh dari : lembaranpung.wordpress.com
:: chris  richardson : floating off the ground ::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s