bolehkah hal itu saya pinta?

close to you - carpentersdalam perjalanan pulang dari bandara kemarin,
bapak supir yang baik hati memutar lagu-lagu slow
yang mendengarnya saja membuat rasa ini ingin menangis *lebayyy*

salah satunya lagu “close to you”
entah siapa yang menyanyikan, saya suka sekali begitu pertama mendengar nadanya
memang bukan lagu baru, hanya saja jarang terdengar di telinga

maka saya coba mencarinya di laman gudang lagu
tidak butuh waktu lama dan yep, ketemu!

ternyata penyanyinya adalah the carpenter
maka terunduhlah lagu tersebut
yang sekarang sedang berdendang lirih di alat elektronik saya

bukan,
bukan lagu itu yang ingin saya bahas
itu hanya selingan saja,
kalau meminjam istilah panggung, itu hanya backdropnya

sebenarnya saya ingin mengeluarkan unek-unek saya
yang tidak bisa saya tumpahkan kepada sebutirpun manusia
karena saya sedang terserang sindrom “manusia patung” akhir-akhir ini

ya,
menjaga jarak, menjaga lidah, menjaga hubungan
itu semua sedang terjadi pada diri saya
entah mengapa, entah bagaimana,
datangnya hanya tiba-tiba

banyak hal terjadi dalam kehidupan saya,
dan saya semakin dalam berefleksi
sebenarnya apa tujuan hidup,
mengapa saya harus hidup terlalu lama

dari hasil refleski itu perlahan terbit sedikit ketakutan
akankah hidup ini diisi hanya dengan keburukan dan dosa saja
lalu dimana manfaat hidup yang sesungguhnya?
sebenarnya untuk apa saya ini hidup?

pertanyaan bodoh memang,
tetapi saya sedang berada di titik terendah dalam kehidupan saya saat ini

saya sedang tidak perduli dengan masa depan
yang acapkali membuat saya stres tingkat tinggi ketika harus memikirkannya

maka saya hanya ingin menikmati waktu yang ada sekarang
dengan saya, dan keluarga tercinta

itu saja

itu baru cerita bab pertama
ada bab selanjutnya

yang terus menerus mengusik pemikiran saya

yaitu mengenai pernikahan

ahhh, bosan rasanya membahas hal itu
tetapi entah mengapa orang masih saja asik membahas di ujung telinga saya

melihat satu persatu orang menjemput pernikahannya,
beberapa orang sedang mempersiapkan harinya,

sedangkan saya?
hanya jongkok menantinya

dan orang tanpa lelah terus mengolok olok saya yang masih saja jongkok dengan manis memandang semua
tanpa berbuat sesuatu, tanpa berusaha

ah,,
saya lelah dengan olok-olokan itu
muak dengan semuanya

sebenarnya apa yang salah dengan kesendirian saya?
apakah saya akan mati karena tidak menikah?
masuk neraka kalau tidak menikah?
durhaka pada ibuk bapak jika tidak menikah?
tidak kan?

lalu mengapa terus menerus mereka bertanya hal yang sama

ah,,
saya sudah lelah mendengar,
jadi mereka sebaiknya juga mulai lelah bertanya

saya juga mulai lelah menjalani semua
ketika hidup masih seperti ini-ini saja

ah,,
andai saya bisa meminta maut
ingin saya hadirkan maut itu secepat yang saya bisa
agar berhenti sudah saya melakukan dosa
dan bisa bertemu dengan tuhan tercinta

biarlah bertemu tuhan dalam keadaan papa
namun tak lagi saya isi hidup ini dengan berjuta dusta dan dosa

bolehkah hal itu saya pinta?

*sendiri di lantai 8 sedang menanti malam*
11-11-2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s