sebentar lagi aku akan, kosong

aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka seminggu yang lalu

antara bocah laki-laki itu dengan ibu-ibu menor berambut keriting yang asap rokoknya tak pernah berhenti berhembus dari mulutnya yang merah

suara-suara mereka terdengar dengan jelas di telingaku

campuran antara suara marah dan kesedihan

yang juga entah kenapa kurasa sama di dalam diriku

*

krit..krit..krit..

terdengar suara sepeda memasuki  buku-buku kakiku

rantainya yang berkarat menimbulkan bunyian yang menggelikan

kulirik mataku ke bawah, mencoba mencari tahu siapa yang berkunjung malam ini

 ah…

si gadis manis itu

yang aroma tubuhnya berbau khas menyenangkan

berloncat-loncat kecil si gadis turun dari sadel sepedanya menuju rumah

dan bocah laki-laki menyambut si gadis di depan pintu dengan riang gembira

ah…

senang rasanya mendengar mereka berceloteh rupa-rupa

si bocah laki-laki bertanya apa yang terjadi di luar sana

dan si gadis dengan tenaga yang tersisa bertutur apa yang dia bisa

berdua mereka menyantap makan malam yang dihangatkan, sisa masakan tadi siang

duduk berdekatan didepan layar televisi hitam putih yang sedang menyiarkan acara sepak bola

melihat kebahagiaan mereka, rasanya aku bisa tidur nyenyak malam ini

*

sudah tiga hari ini bocah laki-laki itu tidak pernah mengunjungiku

aku didiamkan begitu saja

dia hanya datang sesaat seketika untuk mengambil sebagian diriku,

dicopotinya

diangkutnya

dikosongi

perlahan aku baru menyadari isi pembicaraan bocah laki-laki dengan ibu menor itu

bahwa ternyata, aku akan segera berpindah tangan

dan bocah laki-laki itu tidak akan lagi ada dalam pelukanku

sebentar lagi aku akan, kosong

*

aku sedang terlelap dibuai angin malam,

ketika telinga ini perlahan menangkap suara sepeda tua

yang biasa dibawa oleh si gadis manis

krit..krit..krit..

kucoba memicingkan mata

hey,

itu dia si gadis manis datang kembali

setelah sekian lama tidak tercium baunya yang khas menyenangkan

dengan penuh semangat aku mencoba mengintip apa yang terjadi di dalam sana

melihat apa yang gadis manis itu bawa malam ini

dan si gadis manis ternyata menangis membawa air mata

melihat aku yang sekarang kosong, dia sepertinya terluka

aku terdiam tak mampu berkata apa-apa

bocah laki-laki itu hanya terdiam menatap si gadis, membelai rambutnya, mendekap si gadis dalam pelukan, dan perlahan berkata

“semua akan baik-baik saja sayang…”

selebihnya aku tak ingin tahu, aku juga sedang terluka

*

pagi ini si bocah laki-laki datang lagi

dia menatapku perlahan di balik kacamata kotaknya

mengamati setiap inch dari tubuhku, seakan ingin merekam semuanya dengan baik di dalam memorinya

tak lama kemudian ibu-ibu menor berbibir merah itu datang dan tak banyak percakapan yang terjadi

bocah laki-laki itu membisikkan selamat tinggal

dan meninggalkanku bersama ibu-ibu menor yang tersenyum licik menatap kepergiannya

*

dan kisahku bersama bocah laki-laki itu pun berlalu

*

jakarta, 21 desember 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s