its been a year

one team-on going to sukabumi for an outbond-foto jahiliyah :D…its been a year and i still cant forgot all the detail i ever  had there…
yah, meski saya sudah resmi berpisah dengan kantor tempat saya mengais rupiah setahun lalu, namun rasanya masih saja gedung coklat berlantai 10 itu selalu memanggil-manggil saya dengan mesra tiap saya melewatinya. bangunannya yang tinggi kokoh dan adem mengingatkan saya akan masa-masa yang pernah saya memorize dengan baik, sampai saat ini
let me take u back in a year before, when i was a young carier woman with all her dreams


jam kantor adalah jam 8.30-5.30tapi bagi saya, rule is a rule and i dont have to obey that since all my mates dont do that either *watta lazy girl, rrr*. yeah, jadi meski jam kerja saya dimulai sejak jarum panjang menunjuk ke angka 6 dan jarum pendek menunjuk ke angka 8 *ga penting banget*, tetapi bagi saya itu bukan penanda waktu untuk bekerja, tetapi penanda waktu untuk menginjakkan kaki menuju jalanan menunggu kopaja berangka 615 lewat. dan baru 15 menit kemudian si benda hijau ini mendekat, mengangkut saya mengarungi lautan kemacetan selatan jakarta, menurunkan saya dengan hormat di jembatan penyeberangan depan garda otto untuk kemudian menyilakan saya menaiki satu persatu tangga jembatan itu, sambil terkadang memandang nyinyir ke bawah dan berkata : wahai macet, kamu sudah saya taklukkan pagi ini. wewk*


jam 09.00 dan ruangan kantor lantai 8 masih sepi, hanya ada makhluk satu dua yang sudah menyalakan komputernya, entah browsing apa *padahal mereka beneran kerja*. saya? menaruh tas, menyalakan komputer biar kelihatan bahwa saya sudah di kantor loooh, terus melenggang dengan indah menuju pantry, menyapa OB kantor yang lumayan tampan *hai arwan apa kabarmu? istri sudah hamil?* mengambil gelas yang baru dicuci oleh pak roni, berebut susu bubuk dengan anton dan pak arif, mengantri air panas dari termos, dan kongkow-kongkow sambil menikmati gorengan buatan nyonyah amrin sambil menyeruput susu panas. slurp.


jam 09.30 ruangan kantor sudah mulai ramai. bos saya sudah datang. seperti biasa, kami akan mengobrol macam-macam dengan sesekali diselipi dengan bahasa tarsan *karena saya terkadang tidak mengerti maksudnya -well, im not very glib in english*. kedua ibu-ibu muda di depan saya sering membicarakan bayi-bayinya. saya hanya menguping saja sambil mata ini terus melotot ke layar monitor, melihat cetingan dari teman skype saya. begitu seterusnya hingga waktu menunjukkan jam 12.00.


yaiy, saatnya makan siang! saya and the gank (mba heru dan mba irma) meluncur ke lantai basement untuk mengisi perut yang keroncongan *padahal sebenarnya lebih asik makan di luar kantor, kan bisa sambil cuci mata lihat karyawan dari kantor sebelah *baca : lintas arta* yang yaaah lumayanlah buat mencuci mata saya yang masih single dan terkadang kotor saat itu *cuci sana kalo kotor neng!* eeh, back to topic, tetapi karena mba heru itu orangnya super higienis dan tidak bisa makan siang bersama debu *yaiyalah masa debu diajakin makan siang bareng, kaya ga punya temen ajah*, maka terdamparlah saya di kantin basement bersama ibu-ibu muda itu. makan siang sambil ngobrol sana sini tidak jelas, dilanjut dengan sholat dhuhur yang kebetulan musholanya terdapat di lantai basement juga, jadi tinggal turun satu lantai saja saya sudah bisa menunaikan rukun islam yang kedua ini.


selesai sholat? kembali ke peradaban dengan memelototi layar komputer. terkadang saya diajak jalan-jalan oleh bos saya mengunjungi pabrik-pabrik rekanan di ujung bogor -parung, cibinong, atau jagakarsa?- yang bagi saya cukup menyenangkan bisa melihat pemandangan luar meski terkadang bingung mencari bahan pembicaraan yang tidak membahas mengenai aib orang lain dan ternyata itu susahnya minta ampun *astaghfirullah*.
senang juga rasanya mendatangi rekanan di pabrik dan memaksa mereka untuk menuruti permintaan kami. feels like we are the small bos with its authority, hahay😀 . push sana push sini, jaket harus jadi hari ini, produksi harus selesai minggu ini, size set sample harus bisa dikirim ke buyer besok, duck down untuk proto sample harus ada -ambil saja dari buyer lain, begitu perintah kami padahal itu bukan hak kami, buyernya saja berbeda, haha-


ya, itulah my daily activity when i was there. and what made me missing them sometimes? here are some of the reason why :

1. kebersamaan yang begitu kuat.

meski berbeda buyer yang berarti berbeda bagian dan pekerjaan, namun ketika kami berada di satu manajer yang sama, maka entah mengapa jalinan persaudaraan itu terbentuk meski terkadang kasat mata. tidak ada istilahnya terkotak-kotak seperti yang saya alami sekarang ini (disana : sumber uang terorganized di satu sumber yang sama, sehingga tidak ada pengkotak-kotakan. semua bernasib sama : moneyless. disini : sumber uang untuk masing-masing bagian adalah berbeda, sehingga satu bagian terkadang mengalami kecemburuan ketika menemukan bahwa bagian lain bisa lebih makmur dibandingkan dengan bagiannya, yang berakibat secara tidak langsung pada pelayanan pekerjaan. lo kaya gw miskin, gw ga mau bantu lo yang uda kaya, enak aja lo kaya sendiri, biar susah aja deh lo kaya gw, seperti itu mungkin kasarnya.


2. we are one team, no matter what.

every monday morning we had a meeting with manager, all of the team member are being consolidated, we talked about every problems and hope, and my manager always told us not to forgot something : we are one team, no matter what. and what i’ve found here : the opposite! satu atap, satu bos, tetapi kalau sudah beda bagian, beuh, ga kenal deh (pernah ada satu kejadian, saya disuruh mencari data rkakl 2011 yang notabene saya tidak tahu menahu karena itu bukan bagian saya. saya ucluk ucluk datang ke bagian prog**m untuk meminta data tersebut, dan yeeah i got it. but i dont know how to open it on the software. and when i asked that handsome boy how to open it, this is what he told me : jangan tanya gue. tanya aja ma temen lo *teman satu bagian saya yang memang tahu mengenai hal tersebut, tetapi orangnya berada di pulau dewata*. woohoo, why is it so difficult for you to tought me about something?


3. seringnya acara makan-makan *ohh how i love free foods*

ulang tahun kantor, tutup tahun, ketika ada yang resign, we always held a party no matter how hectic our office was! hot rod, bugs cafe, so many cafe at citos was the witness of how fun we were that time. atau kalau tidak bisa di luar kantor, di dalam kantor pun is ok. tricia sang sekretraris seksi akan memesan kue-kue harum yang baunya menggoda ketika diantar ke ruang meeting yang tepat berada di sebelah kiri tempat duduk saya. saya ingat sekali ketika kantor kami mengadakan farewell party untuk enzo, bule italia yang gantengnya na’udzublillah karena enzo punya mimpi mengelilingi dunia before he is 40 *im wondering his exact age, hihihi*. sore itu, kami mengelilingi meja rapat lantai 8 yang sudah disulap menjadi kafe lengkap dengan minuman kaleng dan wine dan balon-balon *ok, berlebihan*. enzo yang memberikan ucapan perpisahan, disambut dengan kata pelepasan oleh the handsome owner mr. JP and mr. FS, and then we kissed him *yaiyyy, i can kiss him finally, cupz!* and ended with that lovely snack dinner yang terkadang karena makanannya terlalu berlimpah, saya berhasil menyelundupkannya ke dalam gumpalan tissu untuk dibawa pulang sebagai pengganti makan malam. maklum anak kos kere.
may i compare it with my new office? oh God i wont complaining again. i will only say : its not there, that joy is not there to celebrate *maafkan saya yang terlalu banyak mengeluh ya Tuhan. saya kan hanya ingin bercerita :)*


4. surga bagi para pedagang.

pernah berjualan di kantor lama saya? pernahkah tidak laku dagangannya? saya jamin tidak pernah, karena kami suka sekali euforia ketika ada salah satu pemasok yang menawarkan dagangannya, dan kami akan berebut menyentuh barang baru tersebut untuk kemudian memesannya. sprei, baju anak, kaos sisa produksi, tas koala, kerudung, you just name it and it will be sold shortly! entah apakah memang kami memang selalu punya sisa-sisa receh untuk berbelanja, tetapi kurang afdol rasanya jika ada teman yang berjualan dan tidak ada yang membeli. membeli itu terkadang bukan karena butuh, tetapi lebih didasari atas solidaritas sesama teman. indah sekali bukan?
disini? saya pernah membawa dua kresek besar dagangan kemeja batik dengan harapan bisa laku karena setiap hari jumat para pegawai disarankan untuk berbatik ria. dan apakah ada yang laku? yaah ada sih. tetapi pembelinya adalah para bapak ibu yang berbaik hati melihat muka saya yang memelas menggelar dagangan dan berharap supaya dagangan saya bisa laku. friends on my age? none.


well, 4 points are enough. and 5 will be over too much.


sebenarnya banyak lagi hal-hal menyenangkan yang saya temui di kantor lama tercinta.

melihat macetnya selatan jakarta di malam hari dari lantai 8 dimana hanya kerlap kerlip lampu mobil yang terlihat dari atas sana. tour de factory yang selalu menyenangkan. gossip yang menebar di setiap dinding-dinding ruangan. owner yang gantengnya seperti brad pitt. kue tart coklat lezat yang selalu beredar gratis setiap ada yang berulang tahun. acara bersih-bersih lemari setiap end of season, dan sisa-sisa sample akan siap beterbangan menunggu untuk diraih -spring jacket, winter jacket, short pant, long pant, polo shirt. bonus yang dibagikan setiap tahun. jatah kacamata setiap 2 tahun beramount 2 juta, wew -bandingkan dengan kartu askes yang tidak diterima di optik-optik berpendingin ruangan. bos-bos expat yang memaksa kami untuk berbahasa inggris, sebelepotan apapun itu, its still better to do a practice than doing nothing. menjaga bazar setiap menjelang lebaran di lantai 9 dengan mengeluarkan seluruh sampel-sampel yang tergolek tak berdaya di gudang untuk mengumpulkan pundi-pundi dolar demi keluarnya THR tercintah. belajar bahasa italia -bonjurno, mamamia-, tetapi terutama umpatannya. hunting zipper warna warni di kios terpencil tanah abang demi agar proto sample bisa selesai sesuai deadline. lantai kantor yang ditutupi dengan karpet empuk sehingga high heel setinggi apapun tidak akan mengeluarkan suara annoying, dan saya bisa melepas sepatu butut saya dengan santai demi merasakan empuknya karpet tersebut. sengaja pulang malam dengan alibi lembur demi mendapat makan malam gratis dari kantor senilai 20 ribu, yang seringkali saya lewatkan dengan menjadi volunteer sebagai pemesan makanan -yaaa, mbak yanti mau pesan apa? mba lina ayamnya pedas atau original? mba nita ga pesan martabak untuk grace? yang lain mau makan apa?-. kalau sudah lewat dari jam 8.30 malam, maka kami berhak untuk mendapatkan satu mobil kantor cuma-cuma yang akan membawa kami pulang menuju rumah tercinta. makanan untuk berbuka puasa yang selalu tersedia cuma-cuma jika kami menghabiskan waktu di kantor hingga magrib tiba *luv it*. mbak-mbak HRD yang cantik dan ramah-ramah yang selalu siap menampung kebingungan kami. bagian akunting yang selalu punya stok makanan di atas lemarinya. timbangan digital milik DHL di ruangan shipping yang selalu saya naiki setiap pagi dan sebelum pulang -penghuni ruangan sampai muak melihat saya menimbang badan setiap hari, itu kan timbangan untuk kardus, batin mereka-.

kata blog bagus ini, “you’ll never recognize your treasure till they’re gone..”
and yeah, i lost one, hidden there at that brown bulding with lots of love and professionality.

i miss you, hollit.

PS: nama-nama di atas adalah *tidak* sebenarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s