cerita tentang langit dan laut

semalam dingin, hujan turun mengantarkan bulir-bulir air yang meliuk-liuk menerpa jendela kamar sempit itu. tetapi udara di dalam kamar itu terasa hangat, bahkan sedikit gerah. karena jendela kecil itu tertutup rapat, sementara tidak ada lubang ventilasi sedikitpun di atasnya. pintu pun tak menyisakan sedikit ruang, mereka memang sengaja menutupnya rapat-rapat agar tidak terganggu dari gangguan nyamuk nakal yang mungkin merusak mimpi-mimpi mereka.


langit merapat dalam pelukan laut. dengan matanya yang kecil setengah mengantuk, laut menatap langit lamat-lamat dalam gelap dan berbisik perlahan :
“yang, gw baik ga sih? kalo lo tuh baik banget sama gw”


…., langit diam


“mungkin gw ga bisa tidur karena kamarnya gerah kali ya yang”
laut melanjutkan bisikannya sambil memiringkan tubuh ke samping, badannya lengket berkeringat *laut  sebelumnya terbiasa tertidur di kamar berpendingin*


mata langit perlahan nanar berair


“sebaiknya lo pulang yang, lo ga seharusnya disini”, langit menjawab lirih sambil mer-rewind keadaan yang sedang dia alami sekarang : rumah kontrakan yang terletak jauh di pinggir sungai, sepi, banyak nyamuk, airnya kotor, atap rumah bocor jika hujan, tidak ada mesin pendingin ataupun lemari penyimpan es krim. keadaan yang langit saja tidak ingin mengalaminya setiap hari.


tetapi laut menjawab dengan tegas, “gw ga mau pulang yang. gw mau disini aja, sama lo, biar bisa berduaan”


oh tuhan, langit tidak kuasa untuk tidak sesenggukan. langit menangis dalam punggung laut. laut yang sudah terkantuk-kantuk terheran dengan langit yang tiba-tiba menangis.
“loh kok malah nangis. ayo bobok kan udah malam yang. bobok ya. kapan-kapan gw beliin celengan yang lebih bagus lagi deh”


langit jadi teringat celengan berwarna pink yang laut beli tadi sore. sengaja berpeluh keringat laut ingin memberikan surprise tanpa dasar kepada langit, yaitu sebuah celengan, sekotak eskrim mini, dan sebatang coklat.


“gw punya surprise buat lo yang. buka deh tas gw. taddaaa!”, teriak laut sore itu kepada langit yang sedang duduk termenung


dengan muka polos innocent-happy-riang-tanpa dosa, laut begitu ceria menyambut langit yang sudah setengah kesal menunggunya di mall kuno itu


laut selalu punya cara untuk membuat langit tersenyum. karena laut pernah berkata, dia hanya ingin melihat langit selalu bahagia.


tuhan, malam itu langit tersadar bahwa dia sedang dicinta… 

10 januari 2011

4 thoughts on “cerita tentang langit dan laut

  1. Yang empunya puisi, mohon kebenaran memetik ayat ini “laut selalu punya cara untuk membuat langit tersenyum. karena laut pernah berkata, dia hanya ingin melihat langit selalu bahagia.” dan ini “malam itu langit tersadar bahwa dia sedang dicinta… ” ayat-ayat nya bagus sekali…salam perkenalan dari saya Haris.Kuching, Sarawak,Malaysia.Borneo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s