Hai patung

“hai, belum tidur?”, tanyamu.

“belum”, jawabku singkat.

“kenapa?”, tanyamu lagi.

“otakku sedang asik bermain dengan masa lalu”, balasku. Lalu disambut hening.

kamu terdiam. mungkin bertanya, masa lalu seperti apa yang sedang dimainkan.

“aku boleh tanya sesuatu?”, ganti aku yang bertanya.

“boleh, silakan”.

“bagaimana caranya berdamai dengan masa lalu? tak adakah bagian dariku yang memanggil pelan dalam lelap mimpimu?”, tanyaku lebih seperti bertanya pada diri sendiri.

Kamu diam layaknya patung. Dan itu menyakitkan.

 

Wageningen, 10 Mei 2017.

Bertambah tua bukan berarti memudarkan memori dan rasa.

Harga Barang Kebutuhan Sehari-hari di Wageningen, Belanda

Sebagai seorang ibu yang selalu sedih setiap kali belanja sayur di pasar tradisional di Pangkalpinang, pasalnya saya termasuk orang boros yang suka beli ini-itu yang tidak ada di list belanja sebelumnya hehehe, maka belanja di Wageningen sudah tidak pakai sedih lagi. Pokoknya dibawah 1e (e stands for euro) itu masih murah. Tidak perlu convert ke rupiah, letih sudah melakukannya di bulan pertama. Yang penting masih bisa beli bahan makanan, dan jajan pastinya.

Berikut beberapa harga barang yang sering saya beli jadi hafal harganya:

  1. Beras 5kg : 4.99e (Jumbo)
  2. Tempe satu papan: 1.45e (Indrani)
  3. Kerupuk satu bungkus: 0.65e (Jumbo)
  4. Indomie: 0.39e
  5. Susu anak-anak: 0.69-1.10e
  6. Toblerone: 0.87e
  7. Citos, Lays, dan teman-temannya: sekitar 1.13e (bungkus L)
  8. Daging sapi halal 1kg: 8.43e
  9. Ayam halal 1kg: 6e something
  10. Permen chup and chups: 0.25e (kampus)
  11. Jagung 2 biji: 2.19e (Jumbo)
  12. Es krim 1 cup: 1.1e
  13. Sampo head and shoulder 200ml: 4e sekian
  14. Sampo dan sabun zwitsal anak-anak 400ml: 4.5e sekian
  15. Pampers adek ukuran 4 (maxi, 9-12kg): 4.99e
  16. Selimut persiapan musim dingin: di range 10e (tergantung ketebalan)
  17. Lipstik maybeline, maxfactor, rimmel dan temannya: sekitar 12e (gak pernah beli tapi hapal harganya eh)
  18. Wafer macam tango tapi lebih enak lagi rasanya: 1e lebih
  19. Roti tawar: sekitar 1e
  20. Nutella paling besar: 4.5e

Cerita Dini Hari

Dini hari adalah serpihan waktu paling indah saat ini bagiku.

Bisa mengerjakan timbunan tugas, sembari menatap wajah para malaikat kecilku yang sedang terlelap.

 

Mungkin, di Indonesia aku akan jarang menikmati wajah teduh mereka. Karena ketika mereka terlelap maka akupun dapat dipastikan lelap disamping mereka.

 

Banyak hal-hal baik kudapat disini.

Rindu akan suara adzan. Rindu jajan siomay di depan kantor pos.

Rindu sholat berjamaah.

Tetapi anakku belajar mandiri dengan sangat cepatnya. Bersikukuh naik sepeda sendiri, sikat gigi sendiri, terkadang mandi sendiri -komplit sampai ke pakai handuk, pakai baju dan sisir rambut-, makan sendiri, pakai sepatu sendiri (ah, tak kan habis aku membanggakannya).

Dan satu hal yang sangat aku syukuri, kami berdua sangat puas menikmati waktu bersama anak-anak.

 

Wageningen, 26 April 2017.

How my song list will be.

Selamat sore waktu Wageningen. 7.24pm sudah saat ini, sedang menunggu waktu magrib pukul 8.20pm.

 

Di tengah tugas kuliah yang menumpuk, jiwa ini rasanya ingin escape dari kenyataan.

Mendengar lagu-lagu di Youtube cukup mujarab menghilangkan penat.

Apa saja lagunya? Here I go in a random list for this month listening:

Brett Young – In Case You Didn’t Know

Starley – Call On Me (Ryan Riback Remix)

Alessia Cara – How Far I’ll Go (Official Video)

Katy Perry – Chained To The Rhythm (Official) ft. Skip Marley

Clean Bandit – Symphony feat. Zara Larsson [Official Video]

Alok, Bruno Martini feat. Zeeba – Hear Me Now (Official Music Video) | the best so far!

Melanie Martinez – Mrs. Potato Head [Official Video]

The Weeknd – I Feel It Coming ft. Daft Punk (favorite banget)

 

 

Kenapa saya tiba-tiba ingin menulis lagi?

Simply because I want to frame all the memories I have during my duty as a master student and a mother of two at the same time, abroad, without any help from neither mother in law or nanny like I always have a half year ago.

And here I am now, staring at the sunset over my window while doing my weekly assignment.

 

IMG_4425

Because life is just too wonderful to be ignored by something repulsive.

 

(to be updated)

(anyway, can we listen to this song together? just like the way we used to when we tried to break up the night into pieces by laugh and tears).

Ketika Hidup ini Hanya Menunggu

Lama sekali tidak pernah menyentuh blog ini. Banyak hal terjadi. Up side down.

Sejak bulan Agustus 2016, saya sudah bertolak ke Wageningen, Belanda untuk menempuh pendidikan master di jurusan Urban Environmental Management dibiayai oleh LPDP. Bangga? Pastinya. Tetapi tidak lama, karena setelahnya saya benar-benar sibuk dan tenggelam dalam segala tugas dan ujian.

thumb_IMG_4126_1024

Sudah lama juga saya tidak menulis di facebook. Rasanya di usia kepala tiga ini, curhat di facebook sudah tidak pada tempatnya lagi. Its just a place for the young to shout the world. Not for us to tell the stories.

 

So, here I am now. On my period 5, few months ahead for the Thesis phase. Tidak terasa kuliah sudah hampir selesai. That fast. Tulisan, pikiran, dan omongan saya campur-campur sekarang. Separuh Indonesia, separuh English. Harap maklum, bukan sok-sokan. Hanya saja memang pengaruh lingkungan sangat besar. It forces me so hard.

 

Bagaimana rasanya hidup di Belanda? Nano-nano.

Transportasi yang begitu teratur (hanya dengan mengecek aplikasi 9292 dan bisa tahu jadwal bis dan kereta yang terintegrasi). No air pollution at all. Pernah siang-siang saya nongkrong di terminal, dan hidung saya tidak sesak oleh asap hitam, instead, saya menghirup udara yang sama segarnya ketika membuka jendela rumah.

Less cash. Semua pembelanjaan bisa dilakukan dengan kartu, meskipun hanya 1e. Saya hampir tidak pernah bawa uang cash. Ribet.

Kemana-mana naik sepeda. Tetapi jangan mimpi bisa kurus hanya dengan naik sepeda. Karena suhu yang cukup dingin membuat kita jarang sekali berkeringat dan harus ada usaha ekstra untuk bisa menurutkan berat badan yang sungguh menjadi tantangan. Banyak anak muda do their sports at the gym, tetapi sesuatu yang no no untuk emak-emak seperti saya. Better at home, cuddling with my kiddos and struggling in front of my paper.

Mahal untuk produk Asia (cabe, nanas). Murah untuk produk lokal (keju, susu).

Toko favorit: Jumbo untuk beli beras dan sayur segar, Lidl untuk beli susu anak dan buah segar dan roti, Hoegvliet untuk pampers dan kopi gratis dan anak-anak bermain games, Action untuk mainan, buku, sabun anak, dan pecah belah, Indrani untuk telur dan cabe pedas, Zamzam untuk daging sapi, ayam, cabe bubuk, dan tulang domba.

Tempat belanja favorit: Eindhoven. Zara-nya banyak diskon! Toko Orientalnya cukup lengkap.

Dari Paris, Jerman, Italia, Belgia, dan Belanda tentunya, mana yang paling favorit? Italia! orangnya begitu ramah dan helpful. Mana yang least favourite? Jerman. Dont ask me why. Just experience it yourself.

 

Bersambung. Tiga paper sudah menanti untuk segera diselesaikan sebelum deadline.

——————————————————————-

 

Wageningen, The Netherlands. Lente kom.

31 Maret 2017. Happy (belated) birthday to me.

Info Kapal Penyeberangan Bangka – Belitung

Kemarin saya kedatangan tamu rombongan dari Semarang.
Anak kuliahan yang sedang memanfaatkan waktu liburan dengan rehat sejenak dari urusan bedah mayat atau hafalan obat.

Itinerary mereka simple :
Sehari di Bangka (Pantai Parai, Tanjung Pesona, Pasir Padi, Museum Timah) dan sisanya di Belitung biar puas bermain air

Beda dengan kakak saya, yang berbekal internet, selama liburannya di Pangkalpinang meminta untuk diantarkan ke:

Wisata Kuliner
1. Tung Tau
2. Mie Koba
3. Martabak Bangka
4. Kue Jongkong
5. Pantiyaw
6. Selada, tekwan, dan rujak soun (ini tambahan usulan dari saya)
7. Lempah Kuning
8. Kerupuk/ kemplang
9. Kue Rintak
10. Getas
11. Laksa
12. Otak-otak
13. Dodol cempedak
14. Pempek

Wisata Sejarah
1. Masjid Jamik dan Kelenteng Kungfuk
2. Wisma Menumbing (Muntok)
3. Gedung ex. Kawilasi Timah
4. Perigi Pekasem (ini nama apa sih, tidak familiar)
5. Rumah Residen
6. Museum Timah
7. Rumah Mayor (Muntok)
8. Makam Pangeran Pakoeningprang

Di luar itu, ingin juga main ke Pulau Kepayang seperti disarankan oleh rekan kerjanya. Padahal pulau itu terletak di Belitung.
Saya sarankan untuk ke Pulau Bidadari/ virgin island saja, yang hanya perlu menyeberang 15 menit dari Pantai Penyusuk yang berlokasi di Belinyu.
Sayang, ketika kami sampai disana cuaca sedang tidak bersahabat. Ombak sangat tinggi sehingga tidak ada kapal yang berani berlayar.

Saya juga coba mengajak mereka untuk menyeberang ke Pulau Ketawai, yang memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk menyeberang dari Kurau (Koba).
Lagi-lagi, cuaca juga urung untuk berdamai dengan kami, karena laut sedang surut. Dan harga sewa kapal juga cukup pricey, 800k PP yang bisa diisi 15-20 orang.
Well, back to teman saya yang dari Semarang.
Jadi, job desk saya sebagai tuan rumah adalah sebagai berikut:
1. Pesan mobil carter (tinggal bisik ke suami)
2. Pesan hotel (checked)
3. Survei harga tiket dan jadwal kapal penyeberangan Bangka – Belitung (checked)

Untuk hotel, rata-rata hotel disini pasang rate 700k, tetapi jika kita meminta harga corporate biasanya akan diturunkan harganya, bahkan ada yang turun hingga 50%.

Sebagai referensi, Hotel Puncak (terletak persis di atas supermarket Puncak, salah satu supermarket favorit penduduk lokal) memiliki rate 350k untuk harga corporate, selisih 350k dari published rate.
Begitu juga dengan Sun Hotel, hotel yang dibawahnya terdapat warung kopi Tung Tau, salah satu kedai kopi ternama disini.

Saya memilih Sun Hotel, karena dengan harga kamar Superior, masih bisa ditambah dengan extra bed 150k.
Beda dengan Puncak yang kamar Superior-nya cukup sempit sehingga harus pesan Deluxe jika ingin memakai extra bed.

Lalu untuk penyeberangan Bangka – Belitung, saya mencoba survei ke pelabuhan Pangkalbalam.
Dan ternyata tiket kapal bisa dibeli di agen tiket yang terletak di luar kawasan pelabuhan.

Saya sempatkan mengambil foto mengenai info jadwal penyeberangan, harga tiket kapal dan kontak person agen tiket.
Barangkali ada yang berminat untuk berwisata ke Bangka Belitung, semoga info ini bermanfaat.

IMG_1982

IMG_1987

IMG_1984

IMG_1986

Selamat berlibur!

Catatan : tidak direkomendasikan untuk berlibur di Bangka Belitung pada saat musim hujan, karena kemungkinan besar kapal tidak akan beroperasi.
Air pantai juga tidak kristal (bercampur dengan lumpur).

sapi

I was busy uploading my doodling to the Instagram when suddenly the teacher pointed out at me and my friend. He said that playing hand phone during the lecturer is giving the presentation is absolutely rude. Australian students never did that.

Oh well. I am truly sorry sir.

I succumbed from headache. I just could not listen to what you say.

But at least I never plan to apply for an Australian permanent resident.

Why to leave Indonesia while half of our bloods are compound of the soil formed from this fantabulous country.

Oh well again.

I am not an Australian student, sir. Not yet.

 And you, hey you there.

Look at the star and see me smiling at you down there.

|| Djakarta, Dec 2 2014 ||